-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Efektifkah belajar Daring Dilakukan Pada Masa Pandemi?

Monday, 10 August 2020 | August 10, 2020 WIB Last Updated 2020-08-12T04:15:27Z


Saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat. Di belahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat saja, namanya menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia.

 Baca Juga : Siap-siap Jalankan ‘New Normal’, Ini Yang Harus Diperhatikan Oleh Masyarakat

Novel Covid-19 atau yang sering kita dengar Covid-19 ini dapat menyebar dengan sangat cepat. Hanya melalui droplet yang dikeluarkan oleh si penderita. Bahkan Virus Corona inipun dapat menyebar dari barang yang baru saja disentuh oleh si penderita dan tidak sengaja disentuh oleh orang sehat. walaupun awalnya ada pendapat hanya lansia yang rentan terhadap wabah ini, namun ternyata Corona dapat menyerang balita, anak-anak, bahkan anak remaja sekalipun.

 

Hal itu yang membuat banyak negara yang melakukan sistem penguncian wilayah atau lockdown agar tidak terjadinya ledakan kenaikan angka positif Corona. Banyak kantor-kantor melakukan Work From Home (WFH) tanpa terkecuali menyerang dunia pendidikan.

 Baca Juga : Kapan Indonesia Pulih?

Sejak 16 Maret, Kemdikbud mengumumkan proses belajar mengajar di sekolah ditiadakan terlebih dahulu dan digantikan dengan kegiatan belajar mengajar secara online. Namun, terdapat beberapa sekolah yang tak siap dengan sekolah online yang mana membutuhkan perangkat telekomunikasi untuk terus berhubungan dengan siswanya yang terlihat dari banyak kabar yang beredar di media sosial.

Masih banyak kasus dimana anak-anak di Indonesia belum memiliki ponsel untuk menunjang pembelajaran jarak jauh. Apalagi, kini sekolah banyak mengirimkan tugas-tugas yang dikerjakan dan dikumpulkan via email. Alhasil, kerap kali terjadinya pencurian ponsel yang dilakukan kerabat siswa demi bisa berhubungan langsung dengan guru melalui media online. Terkait sinyal internet di Indonesia pun masih kurang merata. Terdapat beberapa daerah di Indonesia lemah atau bahkan tak ada sinyal ponsel, terkhususnya daerah pendalaman.

Beberapa siswa sampai harus ketempat yang tak lazim, seperti hutan, lembah, hingga di dipinggiran sungai. Mereka harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan sinyal ponsel serta mengerjakan tugas online secara online. Ya, itu haruslah dilakukan agar mereka tidak ketertinggalan pelajaran dengan lainnya.

Guru ditekankan lebih kreatif untuk memberikan pengawasan kepada murid-muridnya dengan mengaplikasikan apapun cara agar proses belajar mengajar dapat tersalurkan. Beberapa guru di sekolah mengaku, jika pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka langsung), karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap. Selain itu materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua siswa. Berdasarkan pengalaman mengajar secara daring, sistem ini hanya efektif untuk memberi penugasan, dan kemungkinan hasil pengerjaan tugas-tugas ini diberikan ketika siswa akan masuk, sehingga kemungkinan akan menumpuk.

Baca Juga: Ini Alasan Internet Kamu Sering Lambat Atau Tidak Ada Jaringan

Dengan demikian guru dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Walaupun dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun guru harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan.

 

Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan WhatsApp Group. Aplikasi WhatsApp cocok digunakan bagi pelajar daring pemula, karena pengoperasiannya sangat simpel dan mudah diakses siswa. Sedangkan bagi pengajar online yang mempunyai semangat yang lebih, bisa menngkatkan kemampuannya dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring.

 

Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dansiswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja. Namun harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastrukur perangkat seperti jaringan. Sangat tidak efektif jika guru mengajar dengan menggunakan aplikasi zoom metting namun jaringan atau signal di wilayah siswa tersebut tinggal tidaklah bagus.

 Oleh karena itu, semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung seperti sedia kala.

×
Berita Terbaru Update